Inilah 6 Jenis Bahan Finishing Kayu Pada Furniture

Setiap furniture memiliki keunikan masing-masing. Satu furniture dengan lainnya pasti berbeda. Ada proses panjang yang harus dilalui potongan kayu sampai menjadi produk jadi, yaitu furniture. Setiap proses dikatakan penting karena memberikan pengaruh terhadap hasil furniture, salah satunya adalah proses finishing.

Tidak hanya mempercantik tampilan, proses finishing juga membuat furniture yang dihasilkan tahan lebih lama. Dalam proses finishing kayu olahan, ada banyak tipe dan produk yang digunakan sampai membentuk karakter furniture yang spesial. Apa saja? Simak ulasan proses finishing kayu berikut ini.


1. UV Coating

UV Coating menjadi salah satu finishing kayu yang diunggulkan di industri furniture, termasuk PT Wahana Lentera Raya. Proses UV coating menggunakan cairan berbahan kimia yang dapat bereaksi langsung dengan sinar Ultra Violet (UV). Substansi kimia dari polymer resin diubah bentuk dari cairan menjadi padat dengan bantuan sinar UV.

UV Coating menjadi salah satu finishing furniture yang diunggulkan di PT Wahana Lentera Raya. Dengan UV Coating, produk tampak estetik.
Finishing Furniture Dengan UV Coating

Meski demikian, bahan kimia yang digunakan ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Dilakukan dengan mesin canggih dan berkecepatan tinggi, proses UV Coating lebih cepat dibandingkan jenis finishing kayu lain. Begitu juga dengan proses pengeringan yang tidak membutuhkan waktu lama.

Lapisan UV ini memberikan perlindungan lebih lama pada kayu. Permukaan furniture yang dihasilkan akan lebih tahan terhadap gesekan dan suhu tinggi. Dari segi tampilan pun, lapisan pada furniture tampak lebih estetik.


Proses finishing dengan UV Coating menggunakan mesin berteknologi canggih, sehingga lebih hemat waktu
Proses UV Coating Lebih Hemat Waktu

UV Coating juga memberikan Anda pilihan hasil furniture yang dapat disesuaikan dengan selera, antara lain glossy, semi-glossy, high-glossy, dan doff. Lapisan yang terbentuk memang tidak setebal saat menggunakan PVC maupun paper sheet, namun hasilnya kuat dan tahan lama. Tak heran jika produk yang dihasilkan memiliki harga lebih mahal dibandingkan jenis finishing kayu lainnya.


2. PolyUrethane (PU)

Penggunaan PU dalam proses finishing akan menciptakan lapisan furniture yang kuat. Cairan kimia PU dioleskan ke permukaan furniture kayu. Proses finishing dengan menggunakan bahan PU ini lebih awet dibandingkan dengan jenis finishing lainnya.

Sebab, ini menghasilkan lapisan film yang tebal, bahkan menyerupai plastik dan benar-benar menutup permukaan kayu dengan daya rekat yang kuat. Finishing PU juga memiliki daya tahan terhadap air dan panas yang sangat tinggi, juga anti goresan serta benturan.

Sehingga cocok banget untuk furniture yang sering diletakkan di luar ruangan. Hanya saja, harga yang ditawarkan penggunaan bahan PU ini lebih mahal dibandingkan lainnya.


3. PVC (Polyvinyl Chloride)

Jenis finishing PVC seringkali ditemukan pada produk furniture PT Wahana Lentera Raya. Hasilnya terbilang awet. Bahkan ketahanannya menyaingi kayu solid. Meski begitu, harga finishing kayu dengan PVC lebih terjangkau dibandingkan PU.

Bahan ini tersedia dalam ukuran panjang, jadi bisa diaplikasikan pada furniture tanpa harus menggunakan edging. Laminasi kayu ini terbilang fleksibel karena lebih mudah mengikuti bentuk dan kelengkungan furniture.

Namun, sama halnya dengan jenis bahan finishing kayu lainnya, PVC juga memiliki kekurangan. Bahan yang digunakan pada lapisan PVC dapat dikatakan kurang ramah lingkungan serta tidak menampilkan tekstur kayu yang alami.

Tapi Anda tidak perlu khawatir soal itu lagi. Dibarengi perawatan yang teratur, furniture dengan finishing lapisan PVC akan tampil memukau seperti kayu solid berkualitas tinggi. Teknologi canggih yang digunakan dalam proses finishing dengan menggunakan PVC juga dapat meningkatkan usia furniture.


4. Paper Sheet

Bahan lapisan ini memiliki ketebalan kurang dari 1 mm, sehingga sangat fleksibel mengikuti bentuk dan kelengkungan furniture. Paper sheet menampilkan tekstur yang menyerupai kayu. Namun, cepat memudar dan tidak tahan lama. Karena itu, produk furniture yang menggunakan finishing paper sheet seringkali memiliki harga lebih terjangkau.

Paper sheet menampilkan tekstur yang menyerupai kayu. Sehingga furniture tampak indah
Laminasi Dengan Paper Sheet

5. Pernis

Adalah bahan transparan yang sering digunakan dalam finishing kayu. Ini berfungsi meningkatkan estetika dan melindungi media kayu yang dilapisinya. Proses penggunaannya terbilang mudah dan praktis. Setelah memastikan permukaan furniture sudah halus dan rata, bahan pernis dioleskan secara merata. Lalu, tunggu hingga kering sempurna.

Pernis akan membentuk lapisan kuat dan tebal, yang berfungsi untuk melindungi media di bawahnya. Karena itu, pernis seringkali digunakan untuk memberikan proteksi pada furniture dari panas matahari, hujan, rayap, dan jamur.

Sementara dari segi tampilan, bahan pernis ini bertujuan memberikan warna dan transparansi yang memperlihatkan serat kayu. Tepat banget untuk Anda yang suka dengan hasil natural dan cocok diletakkan dalam ruangan dengan gaya rustic dan industrial. Bahan pernis seringkali digunakan oleh industri furniture, seperti halnya di PT Wahana Lentera Raya.


6. HPL (High-Pressure Laminate)

HPL termasuk bahan populer di kalangan finishing kayu. Lapisan HPL merupakan jenis kertas tebal yang memiliki motif dan tekstur seperti kayu yang biasanya direkatkan pada kayu olahan. Dikarenakan lebih tebal dibandingkan PVC, lapisan HPL seringkali digunakan pada furniture di ruangan suhu relatif tinggi, seperti kitchen set.

Anda tidak perlu khawatir lagi soal mati gaya karena lapisan HPL memiliki banyak pilihan motif yang dapat disesuaikan dengan selera dan kebutuhan.


Nah, informasi tentang berbagai jenis finishing furniture dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan furniture sesuai kebutuhan rumah. PT Wahana Lentera Raya menyediakan service untuk custom design dan finishing furniture yang siap melayani kebutuhan Anda.


IMPROVING LIFE