Yuk Kenalan! High Pressure Laminate (HPL) Dan Karakteristiknya

Ada banyak bahan finishing yang digunakan pada perabot kayu. Memang dilihat sekilas, satu jenis lapisan dengan lapisan lainnya tak tampak berbeda. Namun, jika dilihat lebih detail, masing-masing bahan finishing memiliki karakteristik berbeda.

HPL memiliki banyak keunggulan. Selain anti gores dan air, bahan ini memiliki biaya rendah namun tetap tahan lama
Salah Satu Project PT Wahana Lentera Raya Yang Menggunakan HPL

HPL (High Pressure Laminate) menjadi salah satu bahan yang popular karena memiliki banyak kelebihan, seperti biaya rendah dan mempunyai berbagai macam motif. Selain itu, HPL juga dianggap sebagai salah satu bahan permukaan dekoratif yang paling tahan lama. Yuk mengenal HPL lebih detail pada ulasan di bawah ini.


Apa Yang Dimaksud HPL?

HPL adalah salah satu jenis pelapis luar atau penutup dengan bahan plastik sintetis ini berwujud lembaran laminasi betekanan tinggi. Lapisan ini terdiri dari bagian, antara lain lapisan kraft yang diresapi resin fenolik (kraft paper), lapisan dekoratif (décor paper), dan lapisan laminasi bening (overlay paper), seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Satu jenis lapisan dengan lapisan ini diproduksi di bawah tekanan dengan suhu tinggi 1000 kg per meter persegi dan suhu 140 derajat celcius. Tak salah jika lembaran laminasi yang dihasilkan bersifat kuat, tahan lama, dan menawarkan desain yang beragam.

Jenis lapisan ini dapat diaplikasikan pada permukaan vertikal maupun horizontal. Juga dapat dipanaskan untuk membenuk kontur atau lekukan yang tergantung pada tingkat ketebalan, yaitu antara 0.8 mm hingga 1.5 mm dengan dimensi panjang dan lebarnya sekitar 244 cm dan 122 cm.


HPL Berasal Darimana?

Seorang ahli kimia asal Belgia, Leo Hendrik Baekeland, pertama kali menciptakan HPL pada 1896. Penemuan ini dilakukan secara tidak sengaja. Awalnya, Baekeland hanya ingin membuat produk berbahan plastik sintetis sebagai alternative isolator murah untuk peralatan listrik.

Ternyata dalam perjalanan eksperimennya itu, tercipta HPL yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat dari seluruh dunia. Bahkan, saat ini, HPL mudah ditemukan di pasaran dengan berbagai jenis bentuk dan variasi harga.


Kelebihan HPL

Finishing furniture dengan menggunakan lapisan HPL memiliki beberapa kelebihan, sebagai berikut.


1. Menciptakan Tampilan Modern Dan Minimalis

Lapisan HPL tepat digunakan untuk ruangan berkonsep modern minimalis. Apalagi HPL memiliki berbagai macam motif. Beberapa motif yang sering digunakan adalah motif kayu, warna solid, metalik, dan motif yang menyerupai granit atau marmer. Tentu saja ini akan memudahkan Anda dalam dekorasi ruangan. Anda dapat mix and match dengan warna perabot lainnya.

HPL memiliki beragam motif, seperti motif kayu dan warna solid. Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan
Memiliki Beragam Motif Menjadi Keunggulan HPL

2. Memiliki Ketahanan Yang Prima

Lapisan HPL direkatkan pada kayu olahan seperti MDF, particle board, dll. Dalam proses perekatannya, menggunakan tekanan dan suhu panas tinggi sehingga tersedia bentuk lembaran dan berukuran besar. Proses inilah yang menciptakan karakteristik HPL yang kuat untuk penggunaan jangka panjang.


3. Bersifat Anti Gores Dan Anti Air

Bahan utama yang digunakan lapisan HPL adalah plastik keras PVC. Hal tersebut membuat HPL memiliki kekuatan yang baik terhadap air, hawa panas, dan goresan. Bahan plastik keras PVC pada HPL ini dipercaya jauh lebih kuat dibandingkan dengan material sheet yang umum ditemukan pada furniture.


4. Proses Pengerjaan Praktis, Mudah, dan Cepat

Jika dibandingkan dengan bahan duco dan melamin, pengerjaan perabot atau furniture dengan finishing HPL jauh lebih cepat, praktis, dan mudah. Bahkan pengerjaan HPL dapat dilakukan oleh tukang kayu biasa. Namun, di PT Wahana Lentera Raya, proses HPL tentunya dikerjakan dengan mesin berteknologi canggih dari Jerman. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kepuasaan pelanggan.


Kekurangan HPL

Meski memiliki banyak kelebihan yang diunggulkan, bahan HPL juga memiliki kekurangan. Apa saja? Sebagai berikut.


1. Pengerjaan Cukup Sulit Dan Butuh Ketelitian

HPL terdiri dari beberapa lapisan. Proses pengerjaan harus dilakukan dengan teliti. Jika asal-asalan, ada lapisan HPL yang lepas terutama pada bagian ujung atau sudut. Umumnya proses pengeleman pada papa dengan bidang lengkung yang terlalu kecil akan dibantu dengan sheet plastik.


2. Warna Yang Dihasilkan Kurang Tampak Natural

Warna pada lapisan HPL cenderung sangat sederhana. Berbeda jika dibandingkan dengan hasul cat duco yang memberikan tampilan mewah. Selain itu, hasil dari penggunaan HPL terlihat kurang natural jika dibandingkan dengan cat melamik yang mampu menghasilkan tampilan keaslian motif kayu dari material kayu yang digunakan.


Setiap bahan finishing, seperti HPL, memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Anda dapat menemukan penawaran custom furniture maupun jasa finishing furniture di PT Wahana Lentera Raya. Hubungi kami segera!


IMPROVING LIFE